Setruman Kusnadi Ikhwani pada Takmir Masjid Semarang dan Sekitarnya

diterbitkan oleh dalam ,

MASJIDRAYAALFALAH.OR.ID – Rasulullah ketika hijrah ke Madinah hal yang pertama kali di bangun adalah Masjid. Masjid sebagai titik nol Pusat Peradaban, Masjid sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, Masjid tidak hanya tempat ritual ibadah, Masjid menjadi pusat kebangkitan ekonomi, Masjid yang memberikan dampak kemakmuran jamaahnya, Disinilah peran Takmir masjid sangat penting. Takmir masjid tidak hanya yang tertulis dalam susunan pengurus masjid, namun takmir masjid adalah yang benar-benar serius peduli terhadap kemakmuran masjid.

Peran Takmir Masjid sangatlah penting bagi kemakmuran masjid, untuk itu masjid harus memiliki manajemen yang baik untuk bisa memberikan tempat terbaik bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Majelis Ukhuwah bersama Akademi Takmir Masjid Candi Lama Semarang, FKAM, dan Tim Resik – Resik Masjid BARSAMA menggelar Workshop Pengelolaan Masjid di Kota Semarang. Kegiatan itu diselenggarakan selama satu hari pada Sabtu (21/12). Dalam Workshop Pengelolaan Masjid Tersebut Menghadirkan tokoh yang tak asing lagi dalam hal Manajemen Masjid, yaitu Kusnadi Ikhwani, S.P

Kusnadi Ikhwani adalah Founder Geprek Group sekaligus Ketua Takmir Masjid Raya Al-Falah Sragen, “Succes Story” Beliau menjadi Ketua Takmir diantaranya ;
1. Masjid buka 24 jam
2. Pegawai masjid yang di gaji 20 orang.
3. Di siapkan minum teh dan jahe 24 jam.
4. Barang yang hilang di ganti.
5. Di siapkan buka puasa sunah senin dan kamis
6. Kajian senin sampai kamis habis isya
7. Kajian subuh ceria tiap ahad dan makan pagi.
8. CCTV 20 titik.
9. Kajian ahad pagi sekitar 1500 sampai 2000 jamaah.
10. Keuangan satu pintu lewat Lazismu
11. ATM beras buat jamaah yang kurang mampu.
12. Brigadir masjid yang bertugas membersihkan masjid masjid di sekitar masjid alfalah tiap pagi
13. Keamanan masjid 24 jam.
14. Akan di lauching BUMM Badan Usaha Milik Masjid
15. Setiap mau masuk masjid di siapkan Minyak wangi
16. Jamaah di siapin baju dan sarung yang gak bawa peralatan sholat.
17. Masjid bisa di pergunakan even pernikahan di halaman masjid dan ijab kabul di dalam masjid.
18. Tiap siang dhuhur ada yang siapkan nasi bungkus
19. Sholat subuh berhadiah umroh
20. Sholat tarawih berhadiah umroh
21. Ramadhan menghadirkan imam dari timur tengah

Dalam Workshop Tersebut Kusnadi Ikhwani yang juga Penulis Buku Marketing Langit menyampaikan berbagai Tips atau trik agar masjid yang dikelola takmir bisa makmur, salah satunya adalah dengan meng “Nol” kan Infak Masjid, dana infak masjid harus segera di alokasikan untuk kebutuhan / kenyamanan jamaah masjid dengan begitu jamaah akan merasa senang datang ke masjid dan senang karena infaknya tersalurkan dengan cepat bahkan tak mustahil akan menambah infaknya pada masjid.

Acara Workshop manajemen masjid ini dihadiri sekitar 200an peserta sekitar semarang, semua berkumpul di Masjid Raya Candi Lama antusias menyimak paparan dari pemateri.

Tinggalkan komentar

fifteen + eight =

%d blogger menyukai ini: