Tetap Berdiri Ditengah Pandemi

diterbitkan oleh dalam

Seperti kita rasakan bersama, bahwa Bulan Ramadhan Tahun ini berbeda dibanding bulan Ramadhan sebelum – sebelumnya.

Banyak agenda Ramadhan (Tarawih bersama Imam dari Timur tengah, kultum Subuh, Kajian Tiap Hari menjelang berbuka, buka puasa bersama, Iktikaf, FAS dll) terpaksa harus kita off kan. Bahkan Tarhib Ramadhan bersama Fathin Sidhqia harus kita batalkan. Semua kegiatan Masjid tersebut kami tiadakan.
Semua itu tidak lain adalah karena datangnya Pandemi Virus Covid-19.

Hal ini berimplikasi terhadap sulitnya pemenuhan Operasional Masjid.
Di Medsos, Ada seorang Pengurus suatu Masjid menyatakan mulai kesulitan dalam Operasional karena tak ada Infaq yang masuk.
Hal ini selaras dengan sedikitnya kegiatan serta jama’ah yang di masjid.
Seperti kita tahu, saat ini hampir seluruh Masjid memenuhi biaya Operasional masih dengan bergantung dari Infaq Jama’ah.

Nah, Masjid Raya Al Falah Sragen sejak 5 Januari 2020 yang lalu mulai menginisiasi Program BUMM (Badan Usaha Milik Masjid), berupa Warung Soto, Angsle dan Nasi Box. Guna membantu pemenuhan operasional Masjid.

Namun, saat BUMM sedang memulai usahanya, Pandemi itu datang. Akibatnya, nyaris semua unit BUMM terhenti.Dan disisi lain Infaq Masjid juga hampir tak ada.
Masjid nyaris tak memiliki Pemasukan. Baik dari infaq maupun dari BUMM.

Rapat darurat dilaksanakan, bersama Takmir dan Direktur Masjid.Banyak hal kami bicarakan.
Ada sesi dimana dibahas Masjid harus menjadi Lumbung pangan.Membantu jama’ah yg kesulitan bahan pangan Ditengah Pendemi. Khususnya beras.

Lalu sampai pada sesi lain, BUMM harus terus dikembangkan. Untuk menopang Operasional Masjid saat tak ada infaq.
Diawali dari diskusi tentang kebangkitan Masjid, sampai pada model ekonomi yang tepat saat Pandemi.

Kami sepakat, Warung Soto dan Angsle off.Maka kita kembangkan model Nasi box. Dan muncul ide untuk masuk di frozen food. Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka merespon situasi.Model usaha ini nampaknya cocok di musim Pandemi ini.

Alhamdulillah, Unit usaha ini berjalan dengan cukup lancar. Operasional Masjid pun dapat dibantu dari unit usaha ini. Dan terus kami kembangkan. Sampai saat ini.

Kami sepakat! Tetap berdiri di tengah pendemi.Sejak awal kami sepakat untuk tidak diam.
Kegiatan bidang syiar dan dakwah khas Ramadhan yg cukup banyak, dgn terpaksa di cancel karena Covid – 19.
Namun, dari situ kami akhirnya malah bisa fokus ke bidang ekonomi, membangun BUMM.
Walaupun baru berjalan beberapa waktu, namun telah menunjukkan tren positif. Termasuk saat masa Krisis.
Kami berusaha menanam saat Krisis.Dan semoga mulai memanen saat Krisis ini selesai.

Memulai kebangkitan ekonomi melalui Masjid.Membangun Masjid Berdikari,menuju Masjid Paripurna.

Oleh: Annas Sayyidina
Abdi dalem Masjid Raya Al Falah Sragen

Tinggalkan komentar

twelve + nineteen =

%d blogger menyukai ini: